Wednesday , August 15 2018
Home / Infoin / Event / Monolog “OH” oleh Putu Wijaya & teater mandiri

Monolog “OH” oleh Putu Wijaya & teater mandiri

 

Lolading.com – Galeri Indonesia Kaya hadir dengan tema ‘Sastra’ yang menampilkan pertunjukan-pertunjukan karya sastrawan kenamaan Indonesia seperti, fragmen Bunga Ros dari Tjikembang karya Kwee Tek Hoay, Pementasan Teater dari Yajugaya, Alunan Puisi Indonesia oleh Ari Reda, Kabar dari Chairil dan masih banyak lagi. Hari ini, pertunjukan berjudul Monolog “Oh” karya Teater Mandiri garapan Putu Wijaya ditampilkan di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

“Di bulan sastra, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan seniman sastra kenamaan Indonesia, Putu Wijaya. Kali ini, beliau mencoba menunjukan pementasan teater dengan konsep minimalis yang menghibur dan menggugah pemikiran para penikmat seni dan sastra. Semoga pertunjukan ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda terhadap seni sastra,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Putu Wijaya (sutradara dan penulis naskah) juga pemimpin Teater Mandiri, kelompok teater yang sudah berusia 46 tahun yang rutin mengadakan pertunjukan tiap tahunnya di berbagai kota di Indonesia dan mancanegara. Anggota Teater Mandiri terdiri dari seniman sampai orang awam dengan semboyan “Bertolak Dari Yang Ada”, yaitu membelajarkan setiap orang untuk bekerja dengan apa saja yang tersedia, kemudian dioptimalkan dengan kreatifitas sehingga dalam kondisi apapun, dalam keadaan yang bagaimanapun, tidak ada yang tidak bisa dikerjakan dan dicapai. Target Teater Mandiri menyuguhkan tontonan “Teror Mental” yaitu tontonan yang memberikan bukan saja hiburan, tetapi pencerahan agar penonton terbiasa untuk kritis.

Putu Wijaya dan teaternya telah mendapat berbagai penghargaan, diantaranya adalah tiga Piala Citra dalam Penulisan Skenario dan tiga kali pemenang Penulisan Lakon DKJ. Ia juga pernah diundang ke Beograd untuk memberikan lokakarya sutradara di Italia (2007) dan turut pentas di LaMaMa (1997).

Pertunjukan berdurasi kurang lebih satu jam ini, menampilkan Taksu Wijaya, Dewi Putu Wijaya dan Putu Wijaya. “Monolog “Oh” hadir untuk membicarakan masalah perbedaan, keadilan, dan kebenaran lewat pengadilan serta keadilan kebenaran di hati nurani masyarakat. Monolog ini menampilkan paradoks antara keinginan orang tua rindu kepada anaknya dan ambisi seorang anak muda yang pintar tetapi angkuh yang lebih mendahulukan kepentingan karirnya. Semoga penonton yang menyaksikan pertunjukan ini dapat memahami isi cerita yang disampaikan dan tentunya terhibur,” ujar Putu Wijaya, sutradara Monolog “Oh”

Berikan Komentarmu

loading...

Atau Ke

Hadiri Serunya Funtopia, Arena Balon Bermain Terbesar di Indonesia

Konsep Funtopia ini dirancang selama setahun oleh Beyond Screen Production...

loading...