Saturday , August 18 2018
Home / Taktik / Karir / Microsoft bersama 5 pimpinan wanita bahas industri STEM

Microsoft bersama 5 pimpinan wanita bahas industri STEM

(kiri ke kanan) moderator, Hanifa Ambadar, Gezang Putri Agung, Deborah Intan Nova, Hani Rosidaini, dan Jezzie Setiawan.

 

Menurut hasil studi Microsoft Asia tahun 2017, menunjukkan bahwa hanya 20% perempuan di dunia yang memilih bekerja di industri STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematic). Selain itu, hanya ada 3 perempuan dari 10 peneliti yang bekerja di industri sains, teknologi dan inovasi di dunia. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa hanya ada 1 perempuan dari 5 pekerja profesional di industri STEM.

Berdasarkan data tersebut dan dalam rangka merayakan Hari Kartini, Microsoft Indonesia mengundang 5 pimpinan wanita yang berada di industri STEM yaitu:

Deborah Intan Nova (IT Director of Coca-Cola Amatil Indonesia), Gezang Putri Agung (Group Head Network Design & Deployment Indosat Ooredoo), Hanifa Ambadar (Founder & CEO of Female Daily Network), Hani Rosidaini (Smart Home Developer, COO of Satria Asia), dan Jezzie Setiawan (Founder & CEO of GandengTangan.org).

Bertempat di Kantor Pusat Microsoft Indonesia, Jakarta (21/04/2017), para pimpinan wanita tersebut membahas mengenai data yang dimiliki Microsoft Asia.

Jeng Lola larut lho dalam diskusi tersebut, dan berikut kesimpulan yang berhasil Jeng Lola dapat.

Faktor penyebab sedikitnya pemimpin wanita di industri STEM:
1. Masih adanya stereotipe bahwa industri STEM masih dunianya pria.
2. Adanya pengaruh dari orangtua tentang pilihan pendidikan.
3. Industri STEM dianggap terlalu rumit bagi perempuan.
4. Munculnya perasaan minder untuk terjun di industri yang mayoritasnya pria.

Hal yang harus dilakukan, supaya lebih banyak wanita tertarik bekerja di industri STEM:
1. Lebih banyak menonjolkan output dari pekerjaan ini. Seperti inovasi-inovasi yang muncul dari industri ini.
2. Perbanyak informasi tentang tokoh wanita di industri STEM.
3. Mendorong para perempuan untuk berani keluar dari comfort zone-nya.
(Teks: @bartno | foto: Koko)

Berikan Komentarmu

loading...

Atau Ke

Belajar Jadi Enterpreneurship di Universitas Prasetiya Mulya

Atmosfer yang mendorong para mahasiswanya untuk menjadi pebisnis sudah dimulai dari tahun pertama hingga akhir masa kuliah.

loading...