Saturday , May 26 2018
Home / Health / Fakta Mengerikan Kanker Payudara Saat Ini

Fakta Mengerikan Kanker Payudara Saat Ini

Lolading.com – Jeng Lola terhenyak melihat hasil survei yang diselenggarakan oleh Lovepink, MARS, dan Detik Health mengenai fakta seputar kanker payudara di Indonesia. Faktanya adalah:

  • Kanker Payudara merupakan penyebab No.1 kematian perempuan Indonesia pasien kanker.
  • 44% berobat dalam kondisi stadium 3.
  • 32% berobat berada di konsisi stadium 4.
  • 1 dari 8 wanita, didiagnosis menderita kanker payudara.
  • 8,2 juta orang meninggal dunia akibat kanker setiap tahunnya (sumber: WHO).
  • Pada tahun 2030, diprediksi akan terjadi peningkatan kasus kanker di Indonesia hingga mencapai 7 kali lipat dari kasus yang ada sekarang (sumber: WHO).

Survei yang dilakukan belum lama ini melibatkatkan 1359 responden, yang terbagi atas responden kualitatif 5 orang, responden online survey 1303 orang, dan responden offline survey 51 orang. Area surveinya di Jakarta, dan para respondennya terdiri dari survivor (mantan penderita kanker payudara), warrior (pasian kanker payudara), supporter (keluarga dan dokter), dan publik.

Hasil surveinya adalah:

  • Pergerakan pasien kanker payudara pada usia lebih muda. Dahulu di usia 40-50 tahun, sekarang usia 30-40 tahun (10% responden usia 35-39 tahun dan 2% responden usia 30-34 tahun).
  • Pasien kanker payudara sering terlambat dalam mendapatkan penanganan karena pasien datang untuk memeriksakan payudaranya setelah stadium lanjut.
  • 40% responden percaya terhadap dokter dan kemampuan dokter dalam memberikan rekomendasi pengobatan kanker payudara. Padahal, pernah terjadi salah diagnosa pada pasien kanker payudara.
  • Lebih dari 80% responden mengetahui gejala-gejala fisik kanker payudara namun tidak melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) secara rutin dan jika menemukan gejala segera berkonsultasi ke dokter.
  • Sumber informasi yang paling dipercaya adalah pengalaman dari penderita kanker dan media sosial. Para komunitas menjadi wadah sumber informasi yang terdapat di internet, dan media sosial belum tentu valid (terdapat hoax, tidak mengambil dari jurnal medis).
  • Kurang dari 50% responden belum mendapatkan edukasi seputar kanker payudara di tempatnya bekerja. Pentingnya diadakan seminar dan cek medis gratis selama bulan kanker payudara.

Berdasarkan hasil survei tersebut, dan untuk menurunkan atau bahkan menghilangkan angka kematian akibat kanker payudara, dan bagaimana cara mencegah penyakit kanker maka perlunya:

  • Rutin melakukan SADARI dan SADANIS.
  • Mencari informasi sebanyak mungkin dari sumber terpercaya.
  • Penyuluhan mengenai kanker payudara disertai dengan cek medis gratis untuk memberikan pengetahuan seputar kanker payudara pada remaja.
  • Sosialisai mengenai SADARI dan SADANIS.
  • Memilah informasi yang benar dan jika menemukan gejala, segera berkonsultasi ke dokter.

Sebagai bentuk sosialisasi tentang bahaya kanker payudara, Lovepink berkolaborasi dengan Bali Pink Ribbon, Reach to Recovery Surabaya, dan Rumah Sakit Onkologi Surabaya menggelar event IGP (Indonesia Goes Pink) di Nusa Dua, Bali, yang merupakan wadah bagi para warriors, survivors, dan para supporter untuk dapat menggali informasi lebih dalam mengenai kanker payudara dan saling menyemangati serta bekerjasama untuk melawan kanker payudara.

Samantha Barbara, Wakil Ketua IGP mengatakan, “Rangkaian aktivitas IGP terdiri dari gathering bersama para survivor, workshop (make up class, self healing, belajar memakai kain) talkshow, Thousand Voices of Survivors Dinner (Sabtu, 7 Oktober) serta Pink Run, Fun Walk dan pemeriksaan USG di hari Minggu (8 Oktober) bagi para supporter yang ingin memberikan dukungan mereka kepada para warriors melalui aktivitas lari 5k, 10k, 21k dengan rute running course yang direncanakan oleh penyelenggara event lari yang profesional.” Selengkapnya silakan cek di www.Indonesiagoespink.com.

Together we fight, Together we win.

(Teks: @bartno | Foto: Ist)

Berikan Komentarmu

loading...

Atau Ke

Trik Mengajak Si Kecil Menyukai Buah

Menurut data riset Kesehatan Dasar tahun 2013, 93.5% penduduk Indonesia berusia di bawah 10 tahun, tidak mengkonsumsi sayur dan buah sesuai anjuran...

loading...