Saturday , August 18 2018
Home / Infoin / Event / Reza Rahadian, Marsha Timoty, Chelsea Islan, Tara Basro, dan Sita Nursanti dalam “Perempuan Perempuan Chairil”

Reza Rahadian, Marsha Timoty, Chelsea Islan, Tara Basro, dan Sita Nursanti dalam “Perempuan Perempuan Chairil”

Lolading.com – Legenda pujangga Chairil Anwar, coba dihidupkan kembali dalam pertunjukkan teater yang bertajuk “Perempuan Perempuan Chairil”. Aksi panggung ini diselenggarakan oleh Titimangsa Foundation dengan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.

Sebagai sutradara dan penulis naskah, Agus Noor berkolaborasi dengan Hasan Aspahani (penulis buku Chairil) dan Ahda Imran (penyair). Agus Noor menyebut lakon dalam Perempuan Perempuan Chairil sebagai biografi puitik dimana adegan dan percakapan dihidupkan kembali berdasarkan puisi-puisi Chairil.

Berperan sebagai Chairil Anwar adalah Reza Rahadian, Marsha Timoty sebagai Ida, Chelsea Islan sebagai Sri Ajati, Tara Basro sebagai Sumirat, dan Sita Nursanti sebagai Hapsah Wiriaredja. Didukung juga oleh White Shoes & the Couples Company  sebagai pengisi lagu, dan Tompi sebagai fotografer.

“Pementasan ini merupakan hasil eksplorasi dan penafsiran yang digali oleh para creator untuk menampilkan adaptasi yang berbeda di atas panggung dan tingginya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan ini adalah satu langkah pencapaian yang dapat meyakinkan banyak pihak bahwa penyelenggara seni petunjukan lokal bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Semoga Perempuan Perempuan Chairil ini memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Lakon ini mengisahkan tentang cinta dan perempuan bagi Chairil adalah inspirasi, juga tragedi yang membuat hidupnya terhempas, terlepas dan luput. Tersaji dalam empat babak, yang menggambarkan hubungan Chairil dengan empat perempuan yakni Ida, Sri, Mirat dan Hapsah.

Empat perempuan istimewa tersebut, menggambarkan sosok perempuan pada jaman itu. Ida Nasution adalah mahasiswi, penulis yang hebat, pemikir kritis dan bisa menyaingi intelektualisme Chairil ketika mereka berdebat. Sri Ajati, juga seorang mahasiswi, bergerak di tengah pemuda-pemuda hebat pada zamannya. Ikut main teater, jadi model lukisan, gadis ningrat yang tak membeda-bedakan kawan. Sumirat, juga seorang yang terdidik yang lincah. Tahu benar bagaimana menikmati keadaan, mengagumi keluasan pandangan Chairil, menerima dan membalas cinta Chairil dengan sama besarnya tapi akhirnya cinta itu kandas. Lalu akhirnya Chairil disadarkan oleh Hapsah, bahwa dia adalah lelaki biasa. Perempuan yang memberi anak pada Chairil ini begitu berani mengambil risiko mencintai Chairil karena tahu lelaki itu akhirnya akan berubah, meskipun itu terlambat, tapi ia tahu Chairil menyadari bahwa Hapsah benar. Empat perempuan yang tak sama, empat cerita yang berbeda. Tanpa mengecilkan arti dan peran perempuan lain, tapi lewat cerita empat perempuan ini kita bisa mengenal sosok Chairil juga dunia yang hendak ia jadikan, serta zaman yang menghidupi dan dihidupinya.

Pertunjukan teater Perempuan-Perempuan Chairil bisa disaksikan teman-teman pada tanggal 11-12 November 2017 pukul 20.00 WIB di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Pembelian tiket bisa langsung menuju ke laman www.titimangsa.co.id.

Selamat menyaksikan ya.

(Teks: @bartno | foto: ist)

Berikan Komentarmu

loading...

Atau Ke

Hadiri Serunya Funtopia, Arena Balon Bermain Terbesar di Indonesia

Konsep Funtopia ini dirancang selama setahun oleh Beyond Screen Production...

loading...