Saturday , October 20 2018
Home / Infoin / Mudahnya Berbagi Kebaikan Sepanjang Tahun di 1001 Panti Asuhan lewat “Belanja Berbagi” dari Unilever Indonesia

Mudahnya Berbagi Kebaikan Sepanjang Tahun di 1001 Panti Asuhan lewat “Belanja Berbagi” dari Unilever Indonesia

Ki-ka: Ringgo Agus Rahman (Aktor), Ayudiah Bing Slamet (Aktris), drh. Muhammad Y (Alumni binaan BAZNAS), Mirza Roesli (Head of Oral Care PT Unilever Indonesia, Tbk.), ), Sancoyo Antarikso (Governance & Corporate Affair Director and Corporate Secretary PT Unilever Indonesia, Tbk.), Ir. Sularno, M.Si (Ketua Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah), Perwakilan BAZNAS dan Adi Nugroho (Artis/Presenter) dalam acara Press Conference Kick-Off ‘Belanja Berbagi’ dari Unilever Indonesia di Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang [24/5/2018].

Lolading.com – Kini, berbagi kebaikan semakin mudah! Unilever Indonesia bekerja sama Badan Zakat Amil Nasional (BAZNAS) dan Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah menghadirkan program Belanja Berbagi yang bertujuan mengajak seluruh masyarakat Indonesia berbagi kebaikan kepada 1001 panti asuhan di Indonesia.

Tidak hanya saat di bulan Ramadan saja, program ini akan berlangsung sepanjang tahun, melalui donasi yang diberikan dari setiap pembelian produk Unilever.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan panti asuhan terbanyak di seluruh dunia, yaitu sekitar 5000-8000 panti asuhan (sumber: UNICEF), yang menampung setidaknya 2,15 juta anak yatim piatu (sumber: Badan Pusat Statistik 2015). Panti asuhan juga memiliki kontribusi dalam membentuk generasi muda Indonesia, sebagai penerus bangsa. Hal-hal tersebutlah yang mendasari program “Belanja Berbagi” ini dilaksanakan.

Sancoyo Antarikso selaku Governance & Corporate Affairs Director and Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk., menjelaskan, “Belanja Berbagi mengajak masyarakat untuk berbagi kebaikan dengan berdonasi kepada panti asuhan, sesederhana saat berbelanja sehari-hari. Ini menjadi perwujudan komitmen Unilever Sustainabile Living Plan dalam meningkatkan penghidupan jutaan orang pada 2020.”

Donasi yang diberikan berupa bantuan dana, produk Unilever serta aktivitas edukasi bagi anak-anak yatim piatu.

drh. Muhammad Y, salah satu Alumni Binaan BAZNAS, bercerita mengenai pengalamannya sebagai salah satu dari ribuan anak di Aceh yang mengalami kehilangan besar akibat dari bencana tsunami tahun 2004 silam yang secara langsung memupuskan impiannya meraih cita-cita. “Saya adalah satu dari jutaan cerita yang tercipta dari sebuah panti asuhan. Ketika saya kehilangan segala-galanya baik itu keluarga, teman, rumah, penghidupan, pendidikan dan lain-lainnya, panti asuhan menjadi harapan saya terakhir. Puji syukur alhamdulillah, di panti asuhan lah, saya bisa meraih apa yang saya dapatkan saat ini, untuk itu, “Belanja Berbagi” menjadi satu program yang baik sekali untuk memberikan kontribusi nyata pada pengembangan panti asuhan dan penghidupan anak yatim piatu.”

Dalam acara peluncuran program “Belanja Berbagi” pada hari itu, hadir juga artis muda nan inspiratif; Ayudia Bing Slamet yang menyambut gembira “Belanja Berbagi”. “Saat sudah berkeluarga, berbelanja bagaikan aktivitas rekreasi yang sangat menyenangkan. Dengan adanya program ini, mudah-mudahan menjadi berkah buat semua keluarga di Indonesia, dan semakin banyak anak-anak yang terbantu mewujudkan impiannya.” 

Ki-ka: Ringgo Agus Rahman (Aktor) dan Ayudiah Bing Slamet (Aktris) dalam acara Press Conference Kick-Off ‘Belanja Berbagi’ dari Unilever Indonesia di Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang tanggal 24 Mei 2018.

Pemeran film Jomblo, Ringgo Agus Rahman juga sangat mendukung “Belanja Berbagi”. “Belanja adalah kegiatan yang keluarga banget. Nah, kalau kita bisa belanja dan berbagi sekaligus dalam satu waktu, kan bagus sekali!”

“Mudah-mudahan program ini dapat berlangsung lama!” tutup Ringgo.

Berbagi kebaikan kian mudah, semudah berbelanja produk Unilever. Jeng Lola harap, semakin banyak masyarakat yang turut berkontribusi dalam program “Belanja Berbagi” ini.

Berikan Komentarmu

loading...

Atau Ke

“Priscilla, My Beautiful Fighter” Lebih dari Sekadar Kisah Nyata si Gadis Periang

Namun, gadis kelahiran 14 Mei 1997 ini, harus mengurangi segala aktivitasnya, karena pada tahun 2011, dokter memvonis bahwa ia menderita kanker otak.

loading...