Tuesday , December 11 2018
Home / Infoin / Event / Mencari Sejarah Seniman Cukur di Indonesia

Mencari Sejarah Seniman Cukur di Indonesia

(Ki-Ka) Fatsi Hakim, Director dan Founder Chief Company; Oky Andries, Marketing Director dan Founder Chief Company; Helena Abidin, Marketing Director BMW Indonesia.

Lolading.com – Seru sih untuk diketahui sejarah tukang cukur di Indonesia. Jeng Lola udah nggak sabar untuk tahu hasilnya. Tapi sayangnya harus menunggu lebih kurang sebulan lagi, karena Chief Company saat ini sedang masa persiapan untuk menelusuri sejarah akar budaya potong rambut dan barbershop di Indonesia, melalui aksi yang bertajuk Chief Barber Voyage 2018, on a mission discovering the origin di 20 kota di Indonesia selama 30 hari.

Chief Company dengan Chief Barbershop –nya didirikan pertama kali pada tahun 2013 oleh dua pria dengan latar belakang berbeda. Sekarang ada 4 cabang Chief Barbershop yang beroperasi (Ciragil, Kemang, Erlangga, dan Cipete) dengan para seniman cukur yang semuanya berasal dari Garut.

Oky Andries.

Marketing Director Chief Company Oky Andries menjelaskan, Chief Barber Voyage 2018 ini merupakan kelanjutan dari misi Chief Barber Voyage 2017 dalam memetakan perkembangan barbershop di Asia Tenggara, Eropa dan juga Rusia. “Sebagai barbershop terdepan Chief Company ingin memetakan sejarah, perjalanan dan perkembangan barbershop di Indonesia hingga masa sekarang ini sekaligus dapat menjadi tolak ukur perkembangan barbershop di Indonesia.”

 

Fatsi Hakim

Fatsi Hakim selaku Director Chief company mengungkapkan, Chief akan melakukan penjelajahan darat selama 30 hari dalam mencari akar barbershop di lebih dari 20 kota di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa dan Bali. “Perjalanan ini akan mendokumentasikan perkembangan barbershop berkonsep modern di tanah air yang tumbuh secara pesat 5 tahun belakangan ini sekaligus menyandingkan cerita dibalik itu dengan barber/pangkas rambut tradisional serta menjawab tantangan dari pertanyaan apakah semua seniman cukur di Indonesia berasal dari Garut, ataukah Padang, Madura dan atau Tionghoa.”

Sejarah mencatat munculnya tukang pangkas rambut dimulai sejak 1677 saat terjadi konflik Amangkurat II dan pemberotakan DI/TII di Jawa Barat 1949-1950 yang menyebabkan terjadinya urbanisasi masyakarat ke luar derahnya mencari penghidupan yang lebih baik. Bahkan sumber sejarah di KITLV Belanda mengungkapkan bahwa tahun 1911 pangkas rambut dilakukan pemangkas rambut orang Madura di Surabaya dan 1931 orang tionghoa di Medan.

Berdasarkan fakta sejarah tersebut, Chief Barber Voyage 2018 akan menjelajah sejauh 3,168 kilometer di 20 kota di Indonesia diantaranya Medan, Padang, Palembang, Surabaya, Madura dan Bali serta singgah di beberapa kota lain sepanjang perjalanan. “Dipilihnya kota-kota tersebut karena adanya indikasi kemunculan tradisi barbershop sekaligus perkembangan pesat barbershop berkonsep modern yang terlihat dari munculnya beragam barbershop yang menawarkan service dan gaya rambut dengan akar asal dari Garut, Madura dan Padang,” ungkap Fatsi.

Mensukseskan perjalanan Chief Barber Voyage 2018 di 20 kota di Indonesia, Chief Company sebagai salah satu barbershop terkemuka di Jakarta memilih kendaraan Sport Activity Vehicle (SAV) terbaru dari BMW yaitu The All-New BMW X3 sebagai partner berkendara.“The All-New BMW X3 merupakan representasi dari pria urban yang aktif, produktif, adventurous dan mengerti style yang sesuai dengan karakteristik dan kepribadiannya,” Jelas Oky.

The All-New BMW X3 hadir dengan kombinasi terbaik antara kemampuan on-road dan off-road. Dalam perjalanan selama 30 hari, 3 pulau dan menempuh jarak 3,168 km dengan rute yang menantang, kendaraan tangguh disetiap medan merupakan hal yang sangat penting dalam program ini. Selain itu keamanan dan kenyamanan serta desain maskulin sangat mendukung kelancaran program Chief Barber Voyage 2018 ditengah jadwal perjalanan yang padat.

Helena Abidin

Marketing Director BMW Indonesia Helena Abidin menuturkan, “latar belakang kerjasama antara BMW Indonesia dan Chief Barber Voyage 2018 adalah kami  memiliki misi yang sama, The All-New BMW X3, memiliki spirit ‘on a Mission’ dimana anda dapat memiliki partner berkendara untuk menaklukan misi-misi anda sehari-hari. Dengan design karakteristik yang tangguh, teknologi termodern (seperti system x-drive), dan interior berkelas, menjadikan pengalaman on the road dan off the road Anda tetap nyaman.  To live your independence passionately adalah nafas kerjasama yang saya yakin penting bagi BMW Indonesia untuk mendukung ekplorasi budaya dan bisnis lokal Indonesia.”

Teknologi permanen all-wheel drive cerdas BMW xDrive pada all-new BMW X3 mampu menunjukkan kelebihannya dengan memastikan traksi terbaik di semua permukaan medan, berkat distribusi torsi pintar, di mana pada akhirnya menghasilkan peningkatan dinamika berkendara. Kabin lapang dan materi berkualitas tinggi yang ada pada all-new BMW X3 memastikan team Chief Company untuk tetap fit selama dalam perjalanan.

“Melalui Chief Barber Voyage 2018 X BMW ini Chief Company berharap melalui ekpedisi 3,168 KM ini dapat memberikan gambaran dan manifestasi sejarah perkembangan barber culture di Indonesia sehingga kedepannya barbershop modern memiliki tolok ukur modern yang tetap berpijak pada local contents. Selain itu kedepannya kami berharap dapat juga melakukan perjalanan dan memetakan perkembangan barber culture dikota-kota lain,” tutup Fatsi.

Dijadwalkan petualangan ini akan dimulai dari kota Medan pada akhir Juli 2018. Semoga sukses  bro!

(Teks: @bartno | foto: ist)

Berikan Komentarmu

loading...

Atau Ke

Ini Dia Asyiknya Program Baru dari 3 Indonesia

3Indonesia saat ini memiliki lebih dari 37 Juta pelanggan di seluruh Indonesiayang terbentang dari Aceh hingga Gorontalo...

loading...