Saturday , October 20 2018
Home / Infoin / Romansa Percintaan Zaman Kompeni dalam Film “Sara & Fei, Stadhuis Schandaal”

Romansa Percintaan Zaman Kompeni dalam Film “Sara & Fei, Stadhuis Schandaal”

Lolading.com – Satu lagi film drama akan menyemarakkan gairah film Indonesia dengan judul ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’. Film ini berkisah tentang mahasiswi, Fei yang sedang melakukan riset di kota tua Batavia, untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Tiba-tiba Fei didatangi gadis blasteran Belanda–Jepang bernama Sara. Suatu hari, setelah pulang dari Shanghai, Fei kembali mendatangi gedung Museum Jakarta, yang terkenal dengan nama Museum Fatahilah. Dulunya, gedung ini adalah balai kota bernama Stadhuis, dan tiba-tiba Sara kembali muncul dan tanpa disadari membawa Fei masuk ke lorong waktu menuju abad 17, masa Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon memerintah Batavia…

Disutradari oleh Adisurya Abdi yang membawa film ini ke era Kompeni. “Saya memang tidak ingin membuat film sejarah, tetapi membuat film yang menggambarkan sebuah situasi atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di jaman kolonial, yakni tentang gedung yang penuh dengan skandal”, jelas sutradara era tahun 1980 an yang ngetop dengan film Roman Picisan, Macan Kampus, Asmara, Ketika Cinta Telah Berlalu dan beberapa film populer lainnya.

Lanjutnya, “Film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dengan format kekinian, tetapi unsur-unsur historisnya tetap terpenuhi. Sehingga memberikan generasi baru untuk banyak mengetahui sejarah yang belum terungkap”, papar Adisurya Abdy.

Pemeran utama film ini menghadirkan aktor dan aktris baru yang penuh potensi seperti, Amanda Rigby, Tara Adia, Haniv Hawakin, Volland Volt dan Mikey Lie.

Juga didukung oleh pemain watak yang sudah berpengalaman yaitu, Anwar Fuady, George Mustafa Taka, Rowiena Umboh, Rensy Millano, Tio Duarte, Septian Dwi Cahyo, Iwan Burnani, Julian Kunto, Aby Zabit El Zufri serta beberapa pemain pendukung lainnya seperti Lady Salsabyla, Ricky Cuaca, Stephanie Ady, Iqbal Alif, Andhika Ariesta dan Yurike Cindy.

Film perdana produksi XELA Pictures ini, juga menyasar pasar Tiongkok, dan akan tayang di bioskop Tanah Air mulai 26 Juli 2018. Sara & Fei, Stadhuis Schandaal sendiri mengambil lokasi syuting di dua negara yaitu Jakarta, Pangkalan Bun Kalimantan, Shanghai, dan Ningbo (Tiongkok). “Kami pun bermitra dengan perusahaan film dan distribusi film dari Tiongkok”, ungkap Alexander Sutjiadi selaku Pemilik XELA Pictures dan Produser Eksekutif Film ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’.

Kalau diantara kamu ada yang mengenal lagu “Syair Kehidupan” yang dipopulerkan grup band God Bless, maka di film ini kamu akan kembali mendengarnya dalam versi baru dan dinyanyikan oleh Hilda Ridwan Mas. Pencipta “Syair Kehidupan”Areng Widodo didapuk menjadi penata musik film ini.

Yuk dukung perfilman Indonesia!

(Teks: @bartno | foto: ist)

Berikan Komentarmu

loading...

Atau Ke

“Priscilla, My Beautiful Fighter” Lebih dari Sekadar Kisah Nyata si Gadis Periang

Namun, gadis kelahiran 14 Mei 1997 ini, harus mengurangi segala aktivitasnya, karena pada tahun 2011, dokter memvonis bahwa ia menderita kanker otak.

loading...