Saturday , October 20 2018
Home / Infoin / Event / Pemain Terpendek NBA Ikutan Jr. NBA Indonesia

Pemain Terpendek NBA Ikutan Jr. NBA Indonesia

Muggsy Bogues

Lolading.com – Suatu kejutan bagi para anak-anak Indonesia yang turut serta dalam Regional Selection Camp Jr. NBA Indonesia 2018, karena pemain terpendek NBA ikutan dalam acara ini.

Yap, pemain terpendek itu adalah Muggsy Bogues yang pernah bermain untuk tim Washington Bullets (1987-1988), Charlotte Hornets (1988-1997), Golden State Warriors (1997-1999), dan Toronto Raptors (1999-2001). Tingginya hanya 1,6 meter dan ia pernah mem-block Patrick Ewing yang tingginya 2,13 meter.

Dalam Jr. NBA Indonesia ini, Bogues turut memberikan pelatihan, menunjukkan beberapa skill kepada para peserta, dan memberikan motivasi. Dirinya adalah bukti nyata bahwa NBA terbuka untuk semua.

Selama dua hari Regional Selection Camp ini (21-22 Juli 2018) dengan programnya meliputi Skill Stations, Clinics, Scrimmage dan Final Clinics, terpilihlah 30 anak laki-laki dan 30 anak perempuan untuk maju ke tahap selanjutnya, yaitu, National Training Camp, pada tanggal 27, 28, dan 29 Juli 2018 di Jakarta.

Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan datang mengunjungi pelatihan ini untuk memberikan dukungannya, serta motivasi kepada para peserta.

Selama National Training Camp, 60 peserta tersebut berkesempatan mendapatkan pelatihan basket dari pemain NBA Jaylen Brown (Boston Celtics).

Puncaknya, pada 29 Juli 2018, delapan anak-anak laki-laki dan delapan anak-anak perempuan yang mencerminkan nilai-nilai utama yang diterapkan oleh NBA yaitu Sportsmanship (sportivitas), Teamwork (kerja sama), a Positive Attitude (sikap positif), dan Respect (saling menghargai) atau disingkat S.T.A.R. akan dinobatkan menjadi Jr. NBA Indonesia All-Stars 2018.

Mereka yang terpilih menjadi Jr. NBA Indonesia All-Stars 2018 akan berkesempatan untuk merasakan pengalaman unik NBA di luar negeri bersama dengan Jr. NBA All-Stars dari negara lainnya di Asia Tenggara.

Program Jr. NBA Indonesia All-Stars 2018 didukung oleh Frisian Flag sebagai mitra penyelenggara, Tahir Foundation juga berperan sebagai mitra resmi, sementara Spalding menjadi mitra pendukung.

(Teks: @bartno | foto: ist)

Berikan Komentarmu

loading...

Atau Ke

“Priscilla, My Beautiful Fighter” Lebih dari Sekadar Kisah Nyata si Gadis Periang

Namun, gadis kelahiran 14 Mei 1997 ini, harus mengurangi segala aktivitasnya, karena pada tahun 2011, dokter memvonis bahwa ia menderita kanker otak.

loading...